Pilihan Econique
ECONIQUE, JAKARTA (12/10/2026) – Memasuki penghujung tahun, sejumlah wilayah Indonesia mulai bersiap menghadapi perubahan musim. Setelah periode kemarau, musim hujan diprediksi mulai memasuki sejumlah wilayah secara bertahap pada November hingga Desember 2026.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026. Sebanyak 61,08% wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, puncak musim hujan di sebagian besar wilayah diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
Perubahan kondisi cuaca bukan berarti rencana liburan harus ikut berhenti. Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di destinasi wisata alam, perjalanan tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan persiapan dan aktivitas dengan kondisi cuaca di lapangan.
Berikut beberapa hal yang dapat dipersiapkan sebelum menikmati liburan di tengah masa peralihan menuju musim hujan.
Cek Prakiraan Cuaca Sebelum Berangkat
Sebelum menentukan waktu keberangkatan, periksa terlebih dahulu prakiraan cuaca di wilayah yang akan dikunjungi. Informasi ini dapat membantu pengunjung menyesuaikan waktu perjalanan dan aktivitas yang akan dilakukan.
Kondisi cuaca di setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, informasi cuaca sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan sebelum berangkat, terutama ketika destinasi yang dituju berada di kawasan terbuka atau pegunungan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan informasi cuaca dan iklim dari kanal resminya serta memperhatikan pembaruan informasi yang tersedia.
Siapkan Pakaian yang Sesuai
Berwisata ke kawasan pegunungan membutuhkan persiapan yang berbeda dibandingkan perjalanan di kawasan perkotaan. Pakaian hangat dapat disiapkan, terutama untuk destinasi dengan udara sejuk atau perjalanan yang dilakukan pada pagi dan malam hari.
Ketika memasuki periode dengan potensi hujan, jas hujan atau payung juga dapat dimasukkan ke dalam daftar barang bawaan. Dengan begitu, perubahan cuaca tidak langsung mengganggu perjalanan yang sudah direncanakan.
Gunakan Alas Kaki yang Nyaman
Destinasi wisata alam memiliki kondisi medan yang beragam. Ketika hujan turun, permukaan tanah atau jalur yang dilalui dapat menjadi lebih basah.
Karena itu, gunakan alas kaki yang nyaman dan memiliki daya cengkeram yang baik untuk membantu perjalanan tetap nyaman. Pengunjung juga sebaiknya mengikuti jalur yang telah ditentukan oleh pengelola ketika menjelajahi kawasan wisata.
Lindungi Barang Bawaan
Ponsel, kamera, dan barang elektronik lainnya menjadi bagian dari perlengkapan perjalanan bagi banyak wisatawan. Ketika berwisata pada periode dengan potensi hujan, barang-barang tersebut perlu mendapat perlindungan tambahan.
Tas dengan pelindung air, kantong kedap air, atau wadah khusus dapat digunakan untuk menjaga barang bawaan tetap aman ketika hujan turun.
Sesuaikan Aktivitas dengan Kondisi Cuaca
Tidak semua aktivitas harus dilakukan dengan cara yang sama ketika kondisi cuaca berubah. Pengunjung dapat menyesuaikan rencana dengan situasi di lapangan, termasuk memilih aktivitas yang lebih aman ketika hujan mulai turun.
Jika kondisi cuaca memburuk, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan aktivitas di ruang terbuka. Ikuti arahan pengelola destinasi dan utamakan keselamatan selama berada di kawasan wisata.
Hal ini menjadi penting terutama di destinasi yang berada di kawasan pegunungan atau memiliki jalur terbuka. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor pada awal hingga puncak musim hujan.
Pilih Destinasi dan Aktivitas yang Sesuai
Persiapan yang baik dapat membuat wisatawan lebih mudah menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca. Sejumlah destinasi yang dikelola Econique menawarkan pengalaman wisata alam yang dapat dinikmati dengan berbagai aktivitas.
Di Kawah Putih, misalnya, pengunjung dapat menikmati panorama kawah maupun mengunjungi Sunan Ibu untuk menyaksikan matahari terbit. Econique juga menyarankan pengunjung membawa pakaian hangat, mengecek kondisi cuaca, menggunakan jalur resmi, dan menjaga lingkungan selama berada di kawasan.
Sementara itu, Ranca Upas menawarkan beragam aktivitas seperti melihat rusa, menikmati panorama alam, berkemah, hingga menjelajahi kawasan dengan jalur trekking. Pengunjung yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di kawasan dapat menyesuaikan perlengkapan dengan kondisi cuaca sebelum berangkat.
Bagi yang ingin menikmati suasana hutan pinus, Cikole juga menawarkan berbagai aktivitas luar ruang, mulai dari berkemah hingga menjelajahi kawasan hutan dan menikmati kuliner.
Di Baturraden, pengunjung dapat menikmati berbagai daya tarik wisata seperti Pancuran Pitu, Pancuran Tiga, area perkemahan, hingga Telaga Sunyi. Kawasan ini berada di lingkungan pegunungan sehingga pengecekan kondisi cuaca sebelum beraktivitas menjadi bagian penting dari persiapan perjalanan.
Cuaca Berubah, Perjalanan Bisa Disesuaikan
Memasuki periode musim hujan bukan berarti perjalanan ke destinasi wisata alam harus berhenti. Justru, perubahan cuaca menjadi kesempatan untuk mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang.
Mulai dari mengecek prakiraan cuaca, menyiapkan pakaian dan alas kaki yang sesuai, melindungi barang bawaan, hingga menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di lapangan. Dengan persiapan tersebut, perjalanan dapat berlangsung lebih nyaman sekaligus tetap memperhatikan keselamatan.
Bagi yang ingin merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi wisata yang dikelola Econique, Econique Trip dapat membantu mempermudah perjalanan. Tiket masuk hingga tiket wahana di sejumlah destinasi dapat dipesan melalui aplikasi, sehingga kebutuhan perjalanan dapat disiapkan dengan lebih praktis dan nyaman.
(Kom-PAL/HO/FWR)

