
Udara sejuk pegunungan berpadu dengan gelapnya langit malam Kawah Putih dalam gelaran Astro Tourism: Journey of the Sun, yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di kawasan Sunan Ibu, Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Econique PT Perhutani Alam Wisata Risorsis ini berkolaborasi dengan Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan & Pusat Studi Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran dan STIEPAR Yapari Bandung untuk menghadirkan pengalaman wisata berbasis edukasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan eksplorasi alam. Selama dua hari satu malam, peserta diajak menjelajahi langit dan bentang alam melalui rangkaian kegiatan yang memadukan astronomi, geologi, fotografi, dan eksplorasi alam, dimulai dari sore hari hingga matahari terbit.
Rangkaian acara dibuka dengan Astronomy Talk Session bersama Dr. Emanuel Sungging Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN, yang mengupas dasar-dasar astronomi, tata surya, rasi bintang, hingga fenomena langit yang muncul sepanjang Agustus 2026. Dalam sesi ini, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga langit malam dari polusi cahaya (light pollution) sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sebuah pengingat bahwa langit gelap yang masih bisa dinikmati di kawasan seperti Kawah Putih adalah aset yang perlu dijaga bersama. Pengetahuan tentang langit itu kemudian dilengkapi dengan pemahaman tentang bumi, lewat Geologist Walk Session bersama Geologist dan Penulis Malik Ar -Rahiem yang mengajak peserta menyusuri kawasan Kawah Putih sambil mempelajari karakter geologisnya secara langsung.

Begitu malam tiba, suasana berubah menjadi lebih syahdu. Peserta mengikuti Stargazing Orientation dan Guided Night Sky Observation dengan Astro Photographer Shandy Abdi Robby, menggunakan aplikasi astronomi serta smart telescope untuk mengamati rasi bintang, planet, dan berbagai objek langit lainnya. Momen ini berlanjut ke Astrophotography Workshop & Milky Way Session, di mana peserta belajar teknik memotret langit malam sekaligus mencoba mengabadikan garis samar Milky Way dengan kamera masing-masing.

Menjelang fajar, peserta melakukan trekking menuju titik sunrise di Sunan Ibu untuk mengikuti Sunrise Photography Session, mengejar momen matahari terbit dari ketinggian. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi, photo review, berbagi pengalaman, serta diskusi ringan mengenai potensi pengembangan astrowisata dan peluang wisata malam di kawasan Bandung Selatan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. “Banyak wawasan dan pengalaman baru yang saya dapatkan selama mengikuti Astro Tourism, termasuk kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru. Semoga dalam waktu dekat Econique dapat kembali menghadirkan kegiatan serupa,” ujar Suhada, salah seorang peserta.

Kesan serupa disampaikan Gustav, yang mengikuti kegiatan bersama keluarganya. “Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi saya dan keluarga. Semoga kami dapat kembali berkesempatan mengikuti kegiatan serupa,” ungkapnya.
Sementara itu, Sandra menilai kegiatan ini memberikan pengalaman yang lengkap. “Kami dapat mempelajari astronomi secara lebih mendalam, teknik fotografi langit malam, sekaligus memperoleh berbagai informasi mengenai kawasan yang dikunjungi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki ketertarikan terhadap wisata berbasis pengalaman,” tuturnya.
Ditemui di tempat terpisah, Senior Executive Vice President Pengembangan Bisnis Econique, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan event. “Kami melihat Astro Tourism: Journey of the Sun bukan sekadar sebuah kegiatan wisata, melainkan sebuah upaya menghadirkan pengalaman yang menghubungkan wisatawan dengan alam secara lebih mendalam. Kawah Putih memiliki keunggulan bentang alam vulkanik yang unik, udara pegunungan yang bersih, serta kualitas langit malam yang masih sangat baik untuk kegiatan pengamatan astronomi. Potensi inilah yang kami kembangkan menjadi sebuah produk wisata tematik yang memadukan edukasi, konservasi, dan pengalaman berwisata yang berkesan, tuturnya.
“Melalui Astro Tourism: Journey of the Sun, Econique menghadirkan cara baru menikmati wisata alam dengan menyatukan pemahaman tentang langit dan bentang alam dalam satu perjalanan. Perpaduan astronomi, geologi, fotografi, dan eksplorasi alam ini diharapkan menjadi alternatif pengembangan wisata tematik yang edukatif sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan sekaligus menjadi pengingat bahwa keindahan langit malam hanya bisa terus dinikmati apabila polusi cahaya dan kelestarian lingkungan sekitar tetap dijaga”, tutupnya. (Mar-PAL/HO/HAYA)

