Econique PT Perhutani Alam Wisata (Palawi Risorsis) is a subsidiary of Perum Perhutani which was established based on the Approval Letter of the State Minister for State-Owned Enterprises No. S-513/M-MBU/2002 dated 31 July 2002. Econique's business areas include Managing Nature Tourism Business, Retail Products, and Hospitality

Econique Perhutani Alam Wisata

Econique Dorong Revitalisasi Pusat Perlebahan Nasional Guna Membangun Ekosistem Perlebahan Terpadu di Indonesia

Posted by

·

,

ECONIQUE, IKN, (25/10/2025) — Econique PT Perhutani Alam Wisata Risorsis, anak perusahaan Perum Perhutani yang bergerak di bidang pengelolaan bisnis wisata alam dan hasil hutan bukan kayu termasuk diantaranya madu, tengah memantapkan langkahnya dalam membangun ekosistem perlebahan nasional yang berkelanjutan. Melalui mandat pengelolaan Pusat Perlebahan Nasional (Pusbahnas) dan pengembangan merek Madu Perhutani, Econique berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi dan literasi perlebahan tropis di Asia Tenggara.

Dalam talk show bertajuk “Menggagas Peran OIKN dalam Membangun Ekosistem Perlebahan Nasional” — bagian dari Honey Fest Nusantara yang diselenggarakan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui Direktorat Ketahanan Pangan Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam di Sentra Massa, IKN, pada 25–26 Oktober 2025, Direktur Econique, Tedy Sumarto, menegaskan bahwa peran Econique tidak hanya berfokus pada produksi madu, tetapi juga mencakup riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Visi kami adalah menjadikan Pusat Perlebahan Nasional sebagai centre of excellence — pusat inovasi dan literasi perlebahan yang mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” ujar Tedy.

Program revitalisasi Pusbahnas dilakukan untuk memperkuat perannya sebagai simpul kolaborasi nasional antara peneliti, petani lebah, dan pelaku industri. Langkah ini diarahkan agar dunia perlebahan Indonesia tidak lagi berjalan terfragmentasi, melainkan menjadi satu ekosistem yang terintegrasi dengan pendekatan modern dan kolaboratif.

“Kami ingin menghadirkan model pengelolaan yang modern, dengan memperkuat riset, inovasi, dan edukasi publik. Pusat Perlebahan Nasional akan menjadi wadah integrasi antara pengetahuan ilmiah, praktik lapangan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, Econique menjalin kerja sama strategis dengan IPB University, Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), dan BRIN. Kolaborasi tersebut meliputi penelitian genetik lebah, peningkatan kualitas madu, serta pengembangan produk turunan seperti propolis, royal jelly, dan lilin lebah.

Hasil kolaborasi tersebut akan diwujudkan dalam program nasional bertajuk “Literasi Perlebahan Nasional”, yang salah satunya diwujudkan melalui pendirian Econique Honey Academy — destinasi wisata edukatif yang mengajak masyarakat mengenal lebah secara interaktif.

“Econique Honey Academy bukan hanya tempat wisata, tetapi juga platform pembelajaran nasional. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa lebah berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem,” tutur Tedy.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Econique juga menyiapkan model ekosistem perlebahan terpadu untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Tedy, lebah merupakan indikator kesehatan lingkungan yang relevan dengan visi IKN sebagai kota hijau dan cerdas.

“Kami ingin menjadikan IKN sebagai laboratorium hidup untuk praktik ekonomi hijau, dengan Pusbahnas dan Madu Perhutani sebagai mitra aktif OIKN,” tambahnya.

Selama ini, Madu Perhutani telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjaga kelestarian hutan. Melalui jaringan petani lebah binaan di berbagai daerah, Econique membantu membuka lapangan kerja hijau yang berkelanjutan.

“Setiap tetes Madu Perhutani bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga hasil dari harmoni antara manusia dan alam,” tegas Tedy.

Menutup sesi diskusi, Tedy menyampaikan optimisme terhadap masa depan dunia perlebahan nasional. Dengan dukungan riset, teknologi, dan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi pusat perlebahan tropis dunia dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

“Kami membayangkan Pusat Perlebahan Nasional menjadi poros riset internasional, Econique Honey Academy menjadi ikon wisata edukatif, dan Madu Perhutani sebagai simbol kebanggaan produk hijau Indonesia,” tutupnya. (Markom-PLW/HO/Ar).

About the author

Hi! Saya Econique Perhutani Alam Wisata, pengelola lebih dari 50 lokasi wisata di Pulau Jawa

Discover more from Econique Perhutani Alam Wisata

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading