Econique, Purwokerto,11 Mei 2024 – Acara Jazz Gunung Slamet di Wana Wisata Baturraden berlangsung dengan lancar meskipun sempat tertunda akibat guyuran hujan. Rencananya, acara yang dijadwalkan dimulai pukul 15.00 harus bergeser hingga pukul 19.30. Namun, antusiasme para penonton Jazz Gunung tetap membara, mengisi area konser dengan semangat yang luar biasa.

Hujan deras yang menghampiri tidak mampu meredam semangat Jama’ah Al-Jazziyah, sebutan khas dari komunitas pecinta jazz untuk penonton setia Jazz Gunung. Mereka segera mendekat ke depan panggung, siap menyaksikan penampilan dari para musisi jazz. Meskipun berasal dari berbagai daerah, penonton saling berinteraksi, mengikuti irama musik yang digemari.
Tahun ini, Jazz Gunung Slamet menyajikan sinergi kolaborasi dua era musik yang berbeda dengan kehadiran sejumlah musisi ternama seperti Cresensia Naibaho, Langthiep & The Boy Friends, Sal Priadi, Mus Mujiono & Ermy Kullit, serta Borderline feat Nita Aartsen. Acara dibuka oleh penampilan energik Cresensia Naibaho yang mampu membangkitkan semangat penonton.
Cresensia Naibaho sukses memukau penonton dengan lagu-lagu terbarunya, bahkan berhasil mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Sementara itu, Nita Aartsen bersama Borderline menambah keceriaan dengan lagu-lagu yang menggoyangkan panggung, termasuk lagu populer ‘Jali-Jali’ yang disambut antusias oleh penonton.
Kemudian, Ketika suasana bergerak semakin sejuk dengan diiringi rintik gerimis kecil, Nita Aartsen membawakan lagu “Bunga Anggrek” dalam bahasa Belanda dengan kolaborasi dari Alexander. Penampilan dari Mus Mujiono dan Ermy Kullit juga sukses memberikan sentuhan legendaris dengan membawakan deretan lagu hits seperti ‘Pasrah’ dan ‘Kasih’.

Sebagai penampil pamungkas, Sal Priadi sempat membuat heboh karena turun ke area penonton. Sal Priadi juga mengajak Jama’ah Al-Jazziyah untuk merasakan kehangatan musik di tengah rintik hujan. Lagu-lagunya, termasuk ‘Dari Planet Lain’ dari album MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS, mengirimkan pesan tentang cinta dan momen bersama orang terkasih. Dalam sambutannya, Sal menyampaikan pesan spesial kepada penonton, mengungkapkan rasa senangnya bertemu dengan semua teman di sana. “Ada satu lagu baru rilis berkisah tentang mendoakan orang yang kita cintai dan momen indah,” jelasnya.


Direktur Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, menyatakan bahwa Jazz Gunung Slamet memiliki konsep intim tanpa jarak antara musisi, penonton, dan alam sekitar. “Para penonton, yang datang dari berbagai daerah, tampaknya sangat menikmati nuansa acara yang berbeda ini”, tuturnya.
Venue acara yang berlokasi di Wana Wisata Baturraden, Purwokerto, memberikan nuansa alami yang membuat Jazz Gunung Slamet berbeda dari event Jazz Gunung lainnya. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi antara Jazz Gunung Indonesia dan Econique Perhutani Alam Wisata selaku pengelola venue, membawa dampak positif khususnya dalam meningkatkan eksposur lokasi wisata di Purwokerto.
Produk Usaha Lain, sebagai bisnis dari Econique, turut memanfaatkan event ini dengan membuka pop-upbooth untuk mempromosikan produknya yaitu Madu Perhutani dan Minyak Kayu Putih Perhutani. Ditemui di lokasi, Pelaksana Tugas Direktur Utama Econique Perhutani Alam Wisata (PT. Palawi Risorsis), menyampaikan harapannya. “Kami berharap Jazz Gunung Slamet menjadi event tahunan yang semakin berkualitas. Kolaborasi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu membuka peluang kerjasama dengan berbagai instansi dan pelaku bisnis di Purwokerto”, tutupnya. (Kom-PLW/ABWWB/Gan)

